Jalan-Jalan ke Kota Tua Jakarta Barat
hello .... :)
jalan-jalan ke kota tua merupakan pengalaman pertama bagiku, namun tempat ini akan selalu menjadi tempat yang paling kurindukan. Lokasi Kota Tua berada di kawasan Kota, Jakarta Barat. Cara menuju ke
Kota Tua sangat mudah dengan bus Transjakarta menuju jurusan Kota. nah kalau berangkat dari kranji bisa naik kereta api dari stasiun kranji menuju stasiun jakarta kota. ongkosnya cuma Rp 2.000 dengan jaminan sebesar Rp10.000. eitts tapi gak usah takut soalnya uang jaminan ini bakal dibalikin kok setelah kita kembali ke stasiun awal kita naik kereta api.
mau tau apa aja yang bisa dilihat di kota tua ???
okeeee caikidotttt
Museum Fatahillah adalah salah satu bangunan peninggalan Era penjajahan Belanda, Selain itu gedung ini merupakan salah
satu bangunan bersejarah yang merupakan saksi bisu perjuangan bangsa
kita meraih kemerdekaan. Museun ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya karena museum ini menyimpan sejarah pada masa penjajahan belanda di tanah air khususnya di Jakarta. museum ini bisa dikunjungi setiap hari selasa-minggu jam 09.00-15.00 dengan tiket masuk Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3. 000 untuk mahasiswa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.
berwisata ke museum adalah salah satu pilihan yang paling tepat untuk rekreasi karena museum memberikan pemikiran
bagi kita generasi penerus bangsa agar menghargai perjuangan para
pahlawan.
Pada awalnya sejarah Museum Fatahillah merupakan
bangunan kolonial Belanda yang dipergunakan sebagai balai
kota. Peresmian gedung dilakukan pada tanggal 27 April 1626, oleh
Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627). selain sebagai balai kota, gedung ini juga memiliki fungsi
sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil.
Kemudian sekitar tahun 1919 diperingatilah berdirinya batavia ke
300 tahun, warga kota Batavia khususnya para orang Belanda mulai
tertarik untuk membuat sejarah tentang kota Batavia. Lalu pada tahun
1930, didirikanlah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang
bertujuan untuk mengumpulkan segala hal tentang sejarah kota Batavia.
Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal
Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), dan dibuka untuk umum
pada tahun 1939. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan
kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada
tahun 1974.
Museum fatahillah ini terdiri dari dua lantai ditambah satu lantai bawah tanah. dilantai pertama Berisikan peninggalan VOC seperti
patung, keramik-keramik barang kerajinan seperti prasasti, gerabah, dan
penemuan batuan yang ditemukan para arkeolog.
Dilantai dua terdapat perabotan peninggalan para
bangsa Belanda mulai dari tempat tidur dan lukisan-lukisan, lengkap
dengan jendela besar yang menghadap alun-alun.
Selanjutnya yang tidak kalah penting pada
bangunan ini adalah penjara bawah tanah. Para tahanan yang melawan
pemerintahan Belanda. Terdiri dari 5 ruangan sempit dan pengap dengan
bandul besi, sebagai belenggu kaki para tahanan.
Didalam museum ini dapat kita jumpai berbagai macam jenis wayang dan peralatan pendukung pertunjukan wayang seperti gamelan dan blencong (lampu untuk penerangan pada layar saat pertunjukan wayang kulit) yang menjadi koleksi utama Museum Wayang. diantaranya wayang kulit, wayang golek, wayang baber, wayang wahyu, wayang Sasak, wayang Potehi, wayang Revolusi dan berbagai wayang lainnya. Selain itu museum wayang ini juga memiliki koleksi-koleksi boneka khas dari luar negeri seperti negara Amerika, Prancis dan Inggris. oh iya perlu kita tahu bahwa boneka si unyil yang asli tersimpan dalam museum ini.
setiap hari sabtu dan minggu pagi digelar pertunjukan wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan wayang beber modern yang dipentaskan secara bergantian untuk masyarakat umum.
tak jauh dari museum wayang kita dapat mejumpai cafe Batavia dan museum seni rupa. museum ini juga buka setiap hari selasa-mingggu jam 09.00 - 15.00 dengan tiket dewasa Rp 5.000.
Koleksi museum seni rupa dan keramik terdiri dari beraneka macam
lukisan, patung dan keramik. secara periodisasi, sebagian seni lukis
indonesia dapat dijumpai di museum ini. koleksi keramik berupa tembikar
modern dari zaman majapahit, banten, juga tembikar modern dari berbagai
daerah di Indonesia, keramik kuno dari cina, vietnam, thailan, jepang
dan juga Eropa .



