LAPORAN
PERJALANAN SEJARAH
KE DAERAH KESAWAN MEDAN
BARAT SUMATERA UTARA
1 NOVEMBER
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bangunan merupakan materi fisik yang memiliki cerita dibaliknya, baik
itu sejarah pendirian, bahan baku hingga pada lintasan sejarah keberadaan bangunan bersejarah tersebut. Pada bangunan
tertentu memiliki nama, ciri dan khas tersendiri yang dijadikan tempat tinggal
oleh suatu kelompok masyarakat atau komunitas secara terus-menerus dalam waktu
yang lama, sehingga dapat dikatakan memiliki lintasan durasi sejarah tertentu,
baik itu berupa peristiwa, nama seseorang ataupun cerita-cerita lainnya.
Kejadian masa lalu secara sederhana dapat dikatakan sebagai bentuk objek studi
sejarah, berkaitan dengan kejadian masa lalu dan objek studi sejarah meliputi
segala sesuatu yang terjadi pada rentang waktu tertentu. Sejarah, dapat berarti
sebagai ingatan atas kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat
asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja, tokoh-tokoh tertentu yang berpengaruh).
Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah peninggalan
sejarah yang beragam, salah satunya yang dapat terlihat dengan jelas adalah
bangunan-bangunan bersejarah yang masih tampak hingga saat ini di sepanjang
Kawasan Kesawan. Bangunan-bangunan tersebut telah mengukir dan memiliki
sejarahnya masing-masing sehingga dapat mendukung perkembangan Kota Medan sendiri.
Kesawan adalah nama sebuah daerah di Kecamatan Medan Barat, Medan,
Indonesia. Kawasan ini adalah kawasan yang dipenuhi bangunan-bangunan
bersejarah dan Jalan Ahmad Yani yang berada di kawasan ini merupakan jalan
tertua di Medan.
Sebelum 1880 Kampung Kesawan dihuni oleh orang-orang Melayu, namun
kemudian orang-orang Tionghoa dari Malaka dan Tiongkok datang dan menetap di
daerah ini sehingga Kesawan menjadi sebuah Pecinan.
2.2 Tujuan
Tujuan diadakannya perjalanan ini yaitu untuk mengetahui
keberadaan bangunan bersejarah di Kawasan Kesawan Medan sebagai kawasan
bangunan bersejarah yang berpotensi sebagai objek wisata sejarah yang ada di
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jadwal dan Tempat Kegiatan
Tanggal 1 November 2016
01.00-01.15 : berkumpul dan berangkat
menuju ke Daerah keswan
01.15-01.45 : berkunjung ke kantor pos
kota
01.45-02.15 : berkunjung ke lapangan
merdeka
02.15-02.45 :
berkunjung ke gedung london sumatera
02.45-03.15 :
berkunjung ke masjid lama Gg Bengkok
2.2 Alur dan Objek Kegiatan
1. Kantor Pos Medan
Sesuai
dengan kesepakatan bersama saya, surya, shela dan alfento berkumpul jam 12.45 dan sebelumnya kami telah
berdiskusi tentang objek sejarah yang akan kami kunjungi. Perjalanan menuju daerah kesawan tidak
mengalami kendala yang berarti hanya saja sebelumnya kami kekurangan helm
sehingga terlebih dahulu kami mengambil helm ke
kost surya. Setelah sampai di sana, kami pun memarkirkan motor kami
tepat didepan gedung kantor pos yang ada dijalan jl. Balai kota Medan/Kesawan kecamatan
Medan Barat.
Sedikit
bercerita tentang Medan yang semakin berkembang pesat sejak perkebunan menjadi
usaha utama di Tanah Deli ini, sekitar akhir 1800-an. Nienhuys, pemimpin
perusahaan perkebunan dari Belanda di Medan saat itu, memproduksi tembakau Deli
yang kualitasnya kemudian terkenal ke seluruh Eropa. Tembakau inilah yang
kemudian mengangkat nama Medan ke pentas dunia, dan membawanya ke arah
pembangunan yang lebih maju dan gelombang para pendatang dari berbagai negeri
pun mulai memasuki Medan.
Pada
masa itu, Nienhuys dan pengusaha-pengusaha tembakau lain dari Eropa banyak
bekerjasama dengan Kesultanan Deli untuk membangun perusahaan. Mereka menyewa
lahan untuk membangun perusahaan-perusahaan yang mendukung operasionalisasi perdagangannya. Adapun buruh- buruh perkebunannya
diambil dari tiga negeri, yakni Cina, Jawa, dan India. Sedangkan pribumi yang
bekerja pada perusahaan-perusahaan ini minimal bekerja sebagai apa yang populer
disebut dengan ‘adm’ (administrasi).
Perkembangan
bisnis tembakau ini kemudian diikuti atau ditunjang kemudian oleh pembangunan
sejumlah infrastruktur, seperti jalur kereta api dan kantor pelayanan umum. Hal
ini dilakukan untuk mengoptimalisasi operasionalisasi usaha perkebunan
tembakau. Bekas-bekas bangunan tersebut masih banyak yang berdiri hingga saat
ini, bahkan masih ada yang menjalankan fungsi aslinya kala Medan sudah di bawah
kekuasaan Negara Republik Indonesia.
Gedung kantor pos medan yang didirikan pertama kali oleh
pemerintahan belanda pada masa kepemimpinan Residen J. Ballot yang terletak
disekitar lapangan merdeka (lapangan Esplanade dahulu). Letak kantor pos ini
berhadapan dengan Lapangan Merdeka membuat bangunan ini menjadi objek wisata bersejarah yang
ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal. Gaya arsitektur Belanda yang
masih kental, mirip dengan gaya arsitektur Titi Gantung di dekat stasiun, dan memang dipertahankan hingga sekarang.
Sampai saat ini, bangunan ini menjadi bangunan vital bagi masyarakat Medan.
Fungsi bangunannya dari dulu hingga sekarang tetap sama, yaitu untuk mengirim
surat dan fungsi lainnya.
Gedung kantor pos Medan dirancang oleh insinyur Snufy pada
tahun 1909 dan diselesaikan pembangunannya tahun 1911. Keterangan tahun selesai
pembangunan tersebut tertera pada dinding bangunan luar kantor pos dengan
ukiran “ANNO 1911 diambil dari bahasa Belanda yang berarti tahun 1911. Snufy
merupakan seorang insinyur pada Dinas BOW yang bertanggung jawab penuh pada
bangunan-bangunan pemerintah saat itu. Bangunan kantor pos merupakan salah satu
bangunan yang sejumlah milik pemerintah saat itu.
Bangunan ini memiliki luas 1200 meter persegi, dengan tinggi
mencapai 20 meter. Kantor pos ini setiap harinya ramai dengan lalu lalang
petugas kantor pos dan hilir mudik masyarakat Medan yang berkepentingan mengirim
surat atau giro. Logo dari pos indonesia adalah gambar burung merpati Hal ini
disebabkan karena pada zaman dahulu, masyarakat melakukan kegiatan surat
menyurat dengan orang lain dalam jarak yang jauh menggunakan burung merpati
pos. Adapun gambar lingkaran menggambarkan dunia.
Gambar
tersebut dapat diartikan bahwa Pos Indonesia adalah jasa pengiriman surat yang
dapat melayani ke semua penjuru dunia. Pengiriman itu dapat dilakukan dengan
waktu yang cepat. Warna dasar jingga terdapat digambar merpati dan bola dunia
menunjukkan bahwa pos itu penting.
2.
Lapangan Merdeka
Setelah kami ke
kantor pos selanjutnya kami beranjak ke lapangan merdeka yang letaknya tak jauh
Kanto Pos Medan. kami pun berjalan memasuki kawasan lapangan merdeka dan disana
kami melihat sebuah monumen proklamasi kemerdekaan yang dilaksanakan di kota
medan pada zaman dahulu.
Pada masa
pendudukan Belanda, Lapangan Merdeka disebut esplanade. Esplanade artinya
lapangan terbuka yang terletak di dekat balaikota. Pada masa penjajahan Jepang
esplanade dinamakan Fuku Raidu. Setelah pengumuman proklamasi kemerdekaan RI
kepada masyarakat Sumatera Timur pada 6 Oktober 1945 oleh Mr. Muhammad Hasan
dan penurunan bendera Jepang diganti dengan pengibaran Merah Putih, lapangan
ini pun dinamakan Lapangan Merdeka. Untuk mengenang peristiwa heroik ini
didirikan Monumen Proklamasi di sisi timur.
Terlaksananya
pelantikan kepala daerah di Lapangan Merdeka, memberi 33 bukti lapangan ini
sebagai kebanggaan penduduk Kota Medan yang memiliki fungsi sebagai ruang
publik terbuka. Lapangan yang terbuka bagi kepentingan pemerintah untuk
melantik kepala daerah, kampanye politik, even dan lain sebaginya, yang dapat
dinikmati penduduk Kota Medan khususnya.
Kini lapangan
merdeka dimanfaatkan sebagai kepentingan ekonomi oknum-oknum tertentu. Letak
kestrategisan sisi lapangan ini terlihat dengan kehadiran sejumlah waralaba
asing. Seperti pada gambar diatas dibelakang monumen peringatan proklamasi
telah dibangun sebagai tempat parkir yang lahannya diambil dari tanah lapangan
merdeka sehingga membuat monumen ini hampir tidak terlihat lagi. Kondisi ini
semakin mengkhawatirkan makna dan nilai kesejarahan dari Lapangan Merdeka.
3.
Gedung London Sumatera
Gedung London Sumatra di Kota Medan adalah salah satu peninggalan zaman kolonial yang hingga kini
masih berdiri. Saat didirikan, gedung ini merupakan kantor dari perusahaan
perkebunan milik Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan
perdagangan yang berbasis di London. Oleh Harrisons & Crossfield gedung ini
disebut dengan gedung Juliana karena pembangunan gedung ini bertepatan dengan
kelahiran ratu Juliana.. Gedung ini di bangun pada 1906 dengan arsitekstur
bergaya transisi. Gaya tersebut terlihat dari bentuk gevel atau fasad depan
yang menjadi ciri rumah-rumah yang menghadap sungai di Eropa pada transisi
akhir abad 19.
Setelah Indonesia merdeka kepemilikan Harrisons
& Crossfield Plc akhirnya dinasionalisasi dan berubah menjadi PT. PP London
Sumatra Indonesia (Lonsum). Perubahan kepemilikan tersebut tidak berpengaruh
pada perubahan fisik maupun fungsi dari Gedung London Medan. Hingga kini,
Gedung London Medan masih digunakan sebagai pusat dari Lonsum. Oleh karena itu
Badan Warisan Sumatra (BWS) menggolongkan Gedung London Medan tersebut sebagai
benda cagar budaya
4.
Mesjid lama Gg Bengkok
Setelah dari gedung london sumatera kami pun berjalan-jalan
disekitar daerah ini dan menemukan sebuah masjid di Gg bengkok. Sekilas kami
melihat bentuk masjid ini yang terkesan unik dengan adanya perpaduan arsitektur
china dan melayu. Kami pun masuk kekawasan masjid dan karena penasaran kami pun
berbincang dengan salah satu pengurus masjid yang bernama bapak kasim. Dari
pembicaraan kami saya pun dapat menyimpulkan bahwa masjid ini merupakan masjid
tertua kedua setelah masjid osmani.
Masjid ini terletak di kawasan pusat bisnis kota medan yaitu
kawasan kesawan, di jalan Ahmad Yani Medan. Masjid tua yang masih berdiri kokoh
ini dibangun oleh tjong A fie tahun 1890. Tjong A Fie merupakan saudagar kaya
non muslim yang terkenal di Ibukota Medan
Masjid ini merupakan tanah wakaf dari datuk kesawan yang
bernama H. Mohammad Ali yang kemudian dibangun oleh Tjong A Die. Setelah
pembangunna masjid lama Gang bengkok selesai, Tjong A Fie menyerahkan
kepengurusan masjid ke pihak kesultanan Deli yang dimana pada saat itu sedang
dalam pemerintahan makmnum Arrasyid.
Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya. Rumah ibadah umat
islam ini tidak memakai nama arab, melainkan nama biasa dan umum yaitu Masjid
Lama gang Bengkok. Hal ini dikarenakan dulu di depan masjid ini ada sebuah gangyang
memang bentuk bentuknya. Tapi karena kendaraan yang semakin ramai maka dijadikan jalan
Masjid ini merupakan bukti sejarah perkembangan islam di Kota
Medan. di masjid ini said Bakri dan Abu Bakar Yakub yang merupakan anak Syekh
Mohd adalah pengurus masjid ini. yacub adalah ketua badan kenaziran masjid lama
gang bengko yang pertama menyebarkan agama islam di kota medan. masjid ini
memadukan gaya cina dna melayu ini dijadikan tempat pusat aktivitas dakwah kala
itu. selain itu, penyebaran islam di medan juga dibantu oleh tokoh-tokoh dari
tapanuli yang terlebih dahulu mengenal islam.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pembukaan
perkebunan tembakau di daerah Deli membuat Perkembangan bisnis tembakau ini
kemudian diikuti atau ditunjang kemudian oleh pembangunan sejumlah infrastruktur,
seperti jalur kereta api, kantor pos dan kantor pelayanan umum.
Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah peninggalan
sejarah yang beragam, salah satunya yang dapat terlihat dengan jelas adalah
bangunan-bangunan bersejarah yang masih tampak hingga saat ini di sepanjang
Kawasan Kesawan. Bangunan-bangunan tersebut telah mengukir dan memiliki
sejarahnya masing-masing sehingga dapat mendukung perkembangan Kota Medan
sendiri. beberapa bangunan tersebut adalah
kantor
pos ini diperuntukkan bagi orang-orang belanda serta bangsawan seperti
keturunan raja dan sebagainya sementara untuk kalangan pribumi masih dibatasi.
Selanjutnya gedung London sumatera ini juga erat kaitannya dengan perkebunan
yang tumbuh dan berkembang di daerah Sumatera Timur. Dimana gedung ini dimiliki
oleh perusahaan perkebunan milik Harrisons &
Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London.
Lapangan merdeka juga merupakan salah satu saksi sejarah dikumandangkannya
proklamasi di kota Medan begitu juga dengan masjid lama gang Bengkok sebagai
mesjid tertua yang menyimpan sejarah perkembangan islam di daerah Medan.
#salamJasMerah 



Tidak ada komentar:
Posting Komentar