Sabtu, 05 November 2016

KOTA TUA KESAWAN MEDAN BARAT SUMATERA UTARA



LAPORAN PERJALANAN SEJARAH

KE DAERAH KESAWAN MEDAN BARAT SUMATERA UTARA 

1 NOVEMBER 2016



BAB I

PENDAHULUAN



1.1       Latar Belakang

Bangunan merupakan materi fisik yang memiliki cerita dibaliknya, baik itu sejarah pendirian, bahan baku hingga pada lintasan sejarah keberadaan  bangunan bersejarah tersebut. Pada bangunan tertentu memiliki nama, ciri dan khas tersendiri yang dijadikan tempat tinggal oleh suatu kelompok masyarakat atau komunitas secara terus-menerus dalam waktu yang lama, sehingga dapat dikatakan memiliki lintasan durasi sejarah tertentu, baik itu berupa peristiwa, nama seseorang ataupun cerita-cerita lainnya. Kejadian masa lalu secara sederhana dapat dikatakan sebagai bentuk objek studi sejarah, berkaitan dengan kejadian masa lalu dan objek studi sejarah meliputi segala sesuatu yang terjadi pada rentang waktu tertentu. Sejarah, dapat berarti sebagai ingatan atas kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja, tokoh-tokoh tertentu yang berpengaruh).

Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah peninggalan sejarah yang beragam, salah satunya yang dapat terlihat dengan jelas adalah bangunan-bangunan bersejarah yang masih tampak hingga saat ini di sepanjang Kawasan Kesawan. Bangunan-bangunan tersebut telah mengukir dan memiliki sejarahnya masing-masing sehingga dapat mendukung perkembangan Kota Medan sendiri.

Kesawan adalah nama sebuah daerah di Kecamatan Medan Barat, Medan, Indonesia. Kawasan ini adalah kawasan yang dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah dan Jalan Ahmad Yani yang berada di kawasan ini merupakan jalan tertua di Medan.

Sebelum 1880 Kampung Kesawan dihuni oleh orang-orang Melayu, namun kemudian orang-orang Tionghoa dari Malaka dan Tiongkok datang dan menetap di daerah ini sehingga Kesawan menjadi sebuah Pecinan. 

2.2       Tujuan

Tujuan diadakannya perjalanan ini yaitu untuk mengetahui keberadaan bangunan bersejarah di Kawasan Kesawan Medan sebagai kawasan bangunan bersejarah yang berpotensi sebagai objek wisata sejarah yang ada di 

BAB II

PEMBAHASAN



2.1       Jadwal dan Tempat Kegiatan

Tanggal 1 November 2016

01.00-01.15   : berkumpul dan berangkat menuju ke Daerah keswan

01.15-01.45   : berkunjung ke kantor pos kota

01.45-02.15   : berkunjung ke lapangan merdeka

02.15-02.45   : berkunjung ke gedung london sumatera

02.45-03.15   : berkunjung ke masjid lama Gg Bengkok 


2.2       Alur dan Objek Kegiatan 

1.      Kantor Pos Medan

Sesuai dengan kesepakatan bersama saya, surya, shela dan alfento  berkumpul jam 12.45 dan sebelumnya kami telah berdiskusi tentang objek sejarah yang akan kami kunjungi.  Perjalanan menuju daerah kesawan tidak mengalami kendala yang berarti hanya saja sebelumnya kami kekurangan helm sehingga terlebih dahulu kami mengambil helm ke  kost surya. Setelah sampai di sana, kami pun memarkirkan motor kami tepat didepan gedung kantor pos yang ada dijalan jl. Balai kota Medan/Kesawan kecamatan Medan Barat.

Sedikit bercerita tentang Medan yang semakin berkembang pesat sejak perkebunan menjadi usaha utama di Tanah Deli ini, sekitar akhir 1800-an. Nienhuys, pemimpin perusahaan perkebunan dari Belanda di Medan saat itu, memproduksi tembakau Deli yang kualitasnya kemudian terkenal ke seluruh Eropa. Tembakau inilah yang kemudian mengangkat nama Medan ke pentas dunia, dan membawanya ke arah pembangunan yang lebih maju dan gelombang para pendatang dari berbagai negeri pun mulai memasuki Medan.
 

Pada masa itu, Nienhuys dan pengusaha-pengusaha tembakau lain dari Eropa banyak bekerjasama dengan Kesultanan Deli untuk membangun perusahaan. Mereka menyewa lahan untuk membangun perusahaan-perusahaan yang mendukung operasionalisasi perdagangannya. Adapun buruh- buruh perkebunannya diambil dari tiga negeri, yakni Cina, Jawa, dan India. Sedangkan pribumi yang bekerja pada perusahaan-perusahaan ini minimal bekerja sebagai apa yang populer disebut dengan ‘adm’ (administrasi).

Perkembangan bisnis tembakau ini kemudian diikuti atau ditunjang kemudian oleh pembangunan sejumlah infrastruktur, seperti jalur kereta api dan kantor pelayanan umum. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalisasi operasionalisasi usaha perkebunan tembakau. Bekas-bekas bangunan tersebut masih banyak yang berdiri hingga saat ini, bahkan masih ada yang menjalankan fungsi aslinya kala Medan sudah di bawah kekuasaan Negara Republik Indonesia.

Gedung kantor pos medan yang didirikan pertama kali oleh pemerintahan belanda pada masa kepemimpinan Residen J. Ballot yang terletak disekitar lapangan merdeka (lapangan Esplanade dahulu). Letak kantor pos ini berhadapan dengan Lapangan Merdeka membuat bangunan ini menjadi objek wisata bersejarah yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal. Gaya arsitektur Belanda yang masih kental, mirip dengan gaya arsitektur Titi Gantung di dekat stasiun, dan memang dipertahankan hingga sekarang. Sampai saat ini, bangunan ini menjadi bangunan vital bagi masyarakat Medan. Fungsi bangunannya dari dulu hingga sekarang tetap sama, yaitu untuk mengirim surat dan fungsi lainnya.

Gedung kantor pos Medan dirancang oleh insinyur Snufy pada tahun 1909 dan diselesaikan pembangunannya tahun 1911. Keterangan tahun selesai pembangunan tersebut tertera pada dinding bangunan luar kantor pos dengan ukiran “ANNO 1911 diambil dari bahasa Belanda yang berarti tahun 1911. Snufy merupakan seorang insinyur pada Dinas BOW yang bertanggung jawab penuh pada bangunan-bangunan pemerintah saat itu. Bangunan kantor pos merupakan salah satu bangunan yang sejumlah milik pemerintah saat itu.

Bangunan ini memiliki luas 1200 meter persegi, dengan tinggi mencapai 20 meter. Kantor pos ini setiap harinya ramai dengan lalu lalang petugas kantor pos dan hilir mudik masyarakat Medan yang berkepentingan mengirim surat atau giro. Logo dari pos indonesia adalah gambar burung merpati Hal ini disebabkan karena pada zaman dahulu, masyarakat melakukan kegiatan surat menyurat dengan orang lain dalam jarak yang jauh menggunakan burung merpati pos. Adapun gambar lingkaran menggambarkan dunia. Gambar tersebut dapat diartikan bahwa Pos Indonesia adalah jasa pengiriman surat yang dapat melayani ke semua penjuru dunia. Pengiriman itu dapat dilakukan dengan waktu yang cepat. Warna dasar jingga terdapat digambar merpati dan bola dunia menunjukkan bahwa pos itu penting.

2.      Lapangan Merdeka

Setelah kami ke kantor pos selanjutnya kami beranjak ke lapangan merdeka yang letaknya tak jauh Kanto Pos Medan. kami pun berjalan memasuki kawasan lapangan merdeka dan disana kami melihat sebuah monumen proklamasi kemerdekaan yang dilaksanakan di kota medan pada zaman dahulu.

Pada masa pendudukan Belanda, Lapangan Merdeka disebut esplanade. Esplanade artinya lapangan terbuka yang terletak di dekat balaikota. Pada masa penjajahan Jepang esplanade dinamakan Fuku Raidu. Setelah pengumuman proklamasi kemerdekaan RI kepada masyarakat Sumatera Timur pada 6 Oktober 1945 oleh Mr. Muhammad Hasan dan penurunan bendera Jepang diganti dengan pengibaran Merah Putih, lapangan ini pun dinamakan Lapangan Merdeka. Untuk mengenang peristiwa heroik ini didirikan Monumen Proklamasi di sisi timur.

Terlaksananya pelantikan kepala daerah di Lapangan Merdeka, memberi 33 bukti lapangan ini sebagai kebanggaan penduduk Kota Medan yang memiliki fungsi sebagai ruang publik terbuka. Lapangan yang terbuka bagi kepentingan pemerintah untuk melantik kepala daerah, kampanye politik, even dan lain sebaginya, yang dapat dinikmati penduduk Kota Medan khususnya.

Kini lapangan merdeka dimanfaatkan sebagai kepentingan ekonomi oknum-oknum tertentu. Letak kestrategisan sisi lapangan ini terlihat dengan kehadiran sejumlah waralaba asing. Seperti pada gambar diatas dibelakang monumen peringatan proklamasi telah dibangun sebagai tempat parkir yang lahannya diambil dari tanah lapangan merdeka sehingga membuat monumen ini hampir tidak terlihat lagi. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan makna dan nilai kesejarahan dari Lapangan Merdeka. 
3.      Gedung London Sumatera


 

 Gedung London Sumatra di Kota Medan adalah  salah satu  peninggalan zaman kolonial yang hingga kini masih berdiri. Saat didirikan, gedung ini merupakan kantor dari perusahaan perkebunan milik Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London. Oleh Harrisons & Crossfield gedung ini disebut dengan gedung Juliana karena pembangunan gedung ini bertepatan dengan kelahiran ratu Juliana.. Gedung ini di bangun pada 1906 dengan arsitekstur bergaya transisi. Gaya tersebut terlihat dari bentuk gevel atau fasad depan yang menjadi ciri rumah-rumah yang menghadap sungai di Eropa pada transisi akhir abad 19.

Setelah Indonesia merdeka kepemilikan Harrisons & Crossfield Plc akhirnya dinasionalisasi dan berubah menjadi PT. PP London Sumatra Indonesia (Lonsum). Perubahan kepemilikan tersebut tidak berpengaruh pada perubahan fisik maupun fungsi dari Gedung London Medan. Hingga kini, Gedung London Medan masih digunakan sebagai pusat dari Lonsum. Oleh karena itu Badan Warisan Sumatra (BWS) menggolongkan Gedung London Medan tersebut sebagai benda cagar budaya

4.      Mesjid lama Gg Bengkok

Setelah dari gedung london sumatera kami pun berjalan-jalan disekitar daerah ini dan menemukan sebuah masjid di Gg bengkok. Sekilas kami melihat bentuk masjid ini yang terkesan unik dengan adanya perpaduan arsitektur china dan melayu. Kami pun masuk kekawasan masjid dan karena penasaran kami pun berbincang dengan salah satu pengurus masjid yang bernama bapak kasim. Dari pembicaraan kami saya pun dapat menyimpulkan bahwa masjid ini merupakan masjid tertua kedua setelah masjid osmani.

Masjid ini terletak di kawasan pusat bisnis kota medan yaitu kawasan kesawan, di jalan Ahmad Yani Medan. Masjid tua yang masih berdiri kokoh ini dibangun oleh tjong A fie tahun 1890. Tjong A Fie merupakan saudagar kaya non muslim yang terkenal di Ibukota Medan

Masjid ini merupakan tanah wakaf dari datuk kesawan yang bernama H. Mohammad Ali yang kemudian dibangun oleh Tjong A Die. Setelah pembangunna masjid lama Gang bengkok selesai, Tjong A Fie menyerahkan kepengurusan masjid ke pihak kesultanan Deli yang dimana pada saat itu sedang dalam pemerintahan makmnum Arrasyid.

Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya. Rumah ibadah umat islam ini tidak memakai nama arab, melainkan nama biasa dan umum yaitu Masjid Lama gang Bengkok. Hal ini dikarenakan dulu di depan masjid ini ada sebuah gangyang memang bentuk bentuknya. Tapi karena kendaraan yang semakin ramai maka dijadikan jalan





Masjid ini merupakan bukti sejarah perkembangan islam di Kota Medan. di masjid ini said Bakri dan Abu Bakar Yakub yang merupakan anak Syekh Mohd adalah pengurus masjid ini. yacub adalah ketua badan kenaziran masjid lama gang bengko yang pertama menyebarkan agama islam di kota medan. masjid ini memadukan gaya cina dna melayu ini dijadikan tempat pusat aktivitas dakwah kala itu. selain itu, penyebaran islam di medan juga dibantu oleh tokoh-tokoh dari tapanuli yang terlebih dahulu mengenal islam.




BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Pembukaan perkebunan tembakau di daerah Deli membuat Perkembangan bisnis tembakau ini kemudian diikuti atau ditunjang kemudian oleh pembangunan sejumlah infrastruktur, seperti jalur kereta api, kantor pos dan kantor pelayanan umum.
Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah peninggalan sejarah yang beragam, salah satunya yang dapat terlihat dengan jelas adalah bangunan-bangunan bersejarah yang masih tampak hingga saat ini di sepanjang Kawasan Kesawan. Bangunan-bangunan tersebut telah mengukir dan memiliki sejarahnya masing-masing sehingga dapat mendukung perkembangan Kota Medan sendiri. beberapa bangunan tersebut adalah
kantor pos ini diperuntukkan bagi orang-orang belanda serta bangsawan seperti keturunan raja dan sebagainya sementara untuk kalangan pribumi masih dibatasi. Selanjutnya gedung London sumatera ini juga erat kaitannya dengan perkebunan yang tumbuh dan berkembang di daerah Sumatera Timur. Dimana gedung ini dimiliki oleh perusahaan perkebunan milik Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London. Lapangan merdeka juga merupakan salah satu saksi sejarah dikumandangkannya proklamasi di kota Medan begitu juga dengan masjid lama gang Bengkok sebagai mesjid tertua yang menyimpan sejarah perkembangan islam di daerah Medan. 

 #salamJasMerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar